Khilafah


Beberapa saat lalu saya membaca salah satu tulisan tokoh dalam Maqashid asy-Syari’ah asal Maroko,  Ahmad ar-Raisuni tentang tema Khilafah. Ia memberikan kritik yang sangat bagus terhadap konsep khilafah yang didengungkan oleh Da’isy atau ISIS atau IS yang dikatakannya sebagai konsep khilafah yang bertentangan dengan konsep Khilafah Rasulullah.
Jatuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani sebagai sistem kekhalifahan yang terakhir dalam Islam memang menjadi salah satu awal dari munculnya berbagai gerakan Islam di dunia ini. Ada yang menginginkan kembalinya sistem khilafah, ada yang menolak keruntuhannya, dan ada pula yang ingin memberikan koreksi dan pembenahan untuk kembalinya khilafah.
Dari sinilah muncul berbagai harakah islamiyah di berbagai penjuru dunia Islam seperti Hizbut Tahrir,  Ikhwanul Muslimin,  Jama’atut Tabligh,  Jama’ah Islamiyyah,  Jama’ah an-Nur dsb. Ada yang menjadikan khilafah sebagai awal dan titik tolak perjuangan semisal HT,  ada yang menjadikannya sebagai bagian dari berbagai tahapan untuk kebangkitan Islam semisal IM,  dan ada yang menjadikan persoalan khilafah, hukum atau politik bukan masalah utamanya. Masalah utamanya adalah pada internal umat Islam yang jauh dari ajaran agamanya sehingga pembenahannya adalah pada perbaikan keimanan dan moral umat. Inilah pandangan JT ataupun JN.
Akan tetapi,  saat ini sudah mulai bermunculan generasi baru dalam gerakan islam yang tidak lagi menjadikan “khilafah” sebagai agenda utama,  akan tetapi pada nilai-nilai universal seperti keadilan,  persamaan hak,  musyawarah,  dsb.
(berlanjut insyaAllah)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s