Imajinasi


Penulisan cerita fiksi jelas berbeda dengan penulisan karya ilmiah apalagi akademis. Akan tetapi,  pada kondisi tertentu penulisan ilmiah dan akademis pun melibatkan hal-hal yang “fiktif” imajinatif. Pada persoalan astronomis,  sering sekali imajinasi memerankan peranan yang sangat besar. Bahkan, banyak rumus-rumus astronomis itu didasarkan pada hal-hal yang imajiner. Titik zenit dan  nadir pada bola langit, bahkan bola langit itu sendiri adalah wilayah yang memang imajiner.
Ketika orang ribut mengenai matla’, garis batas permulaan hari baik dalam kalender qamariyah maupun syamsiyah,  garis batas tanggai ternasional,  semuanya juga hanya imajinasi.
Hanya saja, imajinasi tersebut bila didukung oleh perhitungan matematis, didukung penalaran yang rasional,  ditambahkan dengan dalil-dalil ilmiah dan ternyata bisa diaplikasikan untuk persoalan-persoala  yang kongkrit dan riil,  semuanya akan menjadi sangat ilmiah dan akademis.
Jadi, jangan takut berimajinasi (nyambung ga ya…?)
Andong,  10 oktober 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s