Universitas Teknologi Malaysia


Universitas Teknologi Malaysia merupakan salah satu universitas terbesar di Malaysia yang berada di Johor Bahru. Luas tanahnya sekitar1300 hektar. Saat salah seorang Guru Besar UTM mengajak saya melihat-lihat berbagai fasilitas yang ada di sana dengan mobilnya,  mulai tempat perkuliahan,  laboratorium,  pusat studi, sampai asrama mahasiswa, waktu 30 menitpun serasa tidak mencukupi walaupun baru sebagiannya.
Banyak hal yang tersimpan di pikiran ini untuk sekedar menuangkannya dalam beberapa goresan di blogg ini,  dan itupun baru secuil informasi yang tentu masih sangat minim.
Tentu tidak akan dijumpai adanya kekurangan kelas atau sarana di UTM karena daya tampung mahasiswa yang melebihi kapasitas lokal yang tersedia di universitas. Setiap mahasiswa di Malaysia akan disebar secara “merata” ke berbagai universitas yang ada,  sehingga tidak ada universitas yang “mati” karena tanpa peminat, ataupun “kelebihan” mahasiswa sehingga mereka tidak mendapatkan pelayanan yang layak di perkuliahan.
Ada bus yang lewat setiap 20 menit untuk mengangkut mahasiswa dari asrama ke fakultas manapun yang mereka tuju. Jika pandai mengatur waktu,  tidak dibutuhkam motor ataupun mobil agar sampai di fakultas dengan tepat waktu. Tidak terlihat adanya lalu lalang sepeda motor, atau penuh sesaknya halaman kampus dengan mobil dan motor yang terparkir sembarangan.
Dorongan pemerintah Malaysia terhadap masyarakatnya untuk dapat mengenyam pendidikan di perkuliahan juga sangat besar,  diantaranya adalah dengan memberikan pinjaman kepada setiap mahasiswa untuk pembiayaan kuliah yang akan mereka kembalikan saat mereka lulus dan mendapatkan pekerjaan.
Karena universitas ini memang bukan ditujukan sebagai fakultas keagamaan,  maka tidak ada jurusan keagamaan di sini,  terutama di tingkat sarjana (S1). Di Pascasarjana,  baru ada fakultas Tamaddun Islam (Kebudayaan Islam) yang ditujukan untuk mensintesakan antara Islam dengan Sains dalam pengajarannya. Oleh karena itu,  kajian di tesis atau disertasi mengupas persoalan ekonomi,  politik,  atau persoalan sains dan humaniora dan persentuhannya dengan ajaran Islam, misalnya,  yang saya sempat membacanya adalah tesis tentang prinsip-prinsip ekonomi dalam ajaran tasawuf al-Ghazali.
Dosen apalagi profesor di sini mendapatkan gaji yang sangat memadai,  tiga kali lipat gaji dosen atau profesor di Indonesia.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s