Hati dan Kemarahan


Beberapa waktu lalu saya membaca status yang menarik mengenai mengapa dua orang yang sedang marah mengeraskan suaranya. Kedua orang yang sedang marah,  hatinya akan saling menjauh,  jadi ia perlu mengeraskan suaranya supaya apa yang diinginkannya dapat sampai ke orang yang diajak berkomunikasi. Semakin marah,  semakin jauh kedua hati itu,  dan butuh suara yang lebih keras untuk menyampaikan pesan satu ke yang lain.
Sebaliknya,  orang yang saling mencintai hatinya saling mendekat, sehingga bisikan lembut pun sudah bisa menyampaikan pesan. Bahkan terkadang orang yang saling mencintai tidak perlu kata-kata karena hati mereka sudah saling berbicara tanpa perlu suara.
Jadi,  jika seseorang sedang marah ke orang lain jangan sampai terlalu mengeraskan suara, karena hal itu akan semakin menjauhkan hatinya. Jika itu tetap terjadi,  bisa saja kedua hati itu akan semakin jauh dan tidak tahu lagi jalan untuk kembali.
Saat ini, suara keras mungkin terwakili oleh kalimat atau tulisan kasar.
Benarlah pesan Rasulullah: Jangan marah… jangan marah… jangan marah.
2 agustus 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s