Untuk Diriku


Benar memang Rasulullah bersabda bahwa apa yang mengenaimu tidak akan luput darimu,  dan apa yang luput darimu tidak akan mengenaimu. Sebesar apapun nafsu seseorang untuk mendapatkan sebuah jabatan, sebesar apapun tenaga,  pikiran dan dana dikeluarkan untuk meraihnya,  jika memang bukan menjadi haknya,  maka jabatan itu tidak akan berada di pundaknya. Sebaliknya,  walaupun tidak ada usaha maksimal seseorang dalam mencari sebuah jabatan,  bisa saja jabatan itu tiba-tiba menghampirinya. Seorang wakil bisa saja menjadi kepala tanpa pernah ia berkehendak menjadi kepala karena sang kepala mendadak tidak dapat menjakankan tugasnya,  bisa saja karena diberhentikan,  berhenti sendiri atau sakit yang mengharuskannya berhenti.
Begitu juga rezeki. Sekuat apapun seseorang mengejarnya, segala daya upaya dikerahkan,  menghalalkan segala cara, menabrak tatasusila,  bahkan tidak memperdulikan teman dan saudara,  sahabat dan tetangga,  jika itu bukan menjadi bagiannya, hanya kecewa yang bakal menimpanya. Sebaliknya,  ada juga yang mendapatkannya dengan hanya mengandalkan doa dan upaya baik semampunya.
Jika memang jabatan dan rezeki itu sudah ditentukan oleh-Nya, tidak malukah mengorbankan persaudaraan,  persahabatan untuk meraihnya ? Dimanakah rasa malu itu ? Haruskah mengobarkan fanatisme kelompok ? Apakah egoisme itu harus mengalahkan segalanya?
Renungan untuk diriku sendiri saja…
Boyolali,  08 Juni 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s