Skala Prioritas


Hari ini,  Tanggal 2 Juni 2014, saya menghadiri Ujian Terbuka teman dan sahabat saya, Ismail Yahya,  di UI Depok dan Khamami Zada pada tanggal 3 Juni,  insyaAllah,  di UIN Ciputat. Ujian Terbuka merupakan tahapan terakhir dalam studi di S-3 setelah melalui berbagai tahapan yang berat. Ujian Terbuka menandai seorang promovendus telah selesai dalam melakukan kajian dan penelitian yang dituliskan dalam sebuah disertasi doktoral.
Tahapan ini memang sangat ditunggu dan dinanti setiap promovendus. Dia bisa saja menyelesaikan tahap ini dalam waktu yang singkat,  sesuai dengan rencananya,  tapi tidak sedikit yang harus menyelesaikannya dalam waktu yang relativ lama,  bahkan dua kali lipat dari waktu yang direncanakan.
Molornya waktu studi ini tentu bukan disebabkan ketidakmampuan seorang calon doktor dalam membahas,  mengkaji dan meneliti dan menuliskan idenya,  akan tetapi dalam pandangan saya hal ini lebih berkaitan dengan skala prioritas. Artinya,  banyak calon doktor yang lebih memprioritaskan selain disertasinya yang bisa menjadikan penelitian disertasinya molor dan tidak segera selesai.  Beberapa kemungkinan tentang prioritas yang “mengalahkan” disertasi adalah jabatan atau menjabat,  walaupun ternyata tidak semua yang tidak menjabat berarti lebih cepat dan yang menjabat berarti lebih lambat.
Ini memang lebih berkaitan skala prioritas. Atau,  adakah alasan lain?
Depok,  2 Juni 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s