Miss Komunikasi


Komunikasi diperlukan untuk menyampaikan sebuah ide atau pesan pada orang atau pihak lain. Saat ini,  sarana komunikasi sudah sangat berkembang,  tidak terbatas pada komunikasi verbal,  tapi juga komunikasi non verbal. Di satu sisi,  perkembangan sarana komunikasi ini sangat membantu dan mempermudah sampainya sebuah ide atau pesan,  bahkan untuk pihak lain dalam jumlah yang banyak. Tapi,  di sisi lain,  kemudahan ini menyebabkan adanya informasi yang tidak sampai secara penuh,  terdistorsi dan menyebabkan adanya miss komunikasi. Jika informasi yang terdistorsi ini disebarkan ke publik dengan sarana-sarana yang saat ini ada,  atau disampaikan ke pihak lain, kemudian informasi ini diterima apa adanya,  maka fitnahlah yang akan timbul. Fitnah ini pada akhirnya bisa menyebabkan terjardinya perselisihan bahkan perpecahan antar sesama teman,  bahkan saudara.
Oleh karena itulah al-Qur’an memerintahkan kita untuk “tabayyun”, kroscek terhadap informasi yang kita terima, supaya tidak terjadi fitnah,  perselisihan,  dan juga pertengkaran karena adanya informasi yang tidak akurat atau salah.
Itulah yang kemarin saya alami. Saya memberikan sebuah informasi pada seorang mahasiswa tentang suatu hal yang dia pahami secara keliru. Apesnya,  informasi itu membuat seseorang harus memarahi orang lain karena si mahasiswa menyampaikan informasi dengan tidak tepat. Jadilah,  miss komunikasi. Semoga masalah segera dibenahi.
Boyolali,  9 mei 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s