اليواقيت 2


Al-Qarrafi memang layak digelari al-Imam al-‘Allamah al-Faqih al-Ushuli an-Nadzdzar al-Falaki al-Muhandis sebagaimana yang ada dalam karya ini. Hampir semua keilmuan yang ada dalam gelar itu benar-benar dikuasainya,  bahkan saya yakin masih ada beberapa keilmuan lain yang dikuasainya sehingga gelar itu bisa lebih panjang lagi….Allahu Yarhumuhu Wanafa’ana Bi ‘Ulumihi.
Ada banyak persoalan, kaidah,  dan juga fatwa yang dimunculkannya di buku ini. Diantara fawa langkanya disebutkan melalui judul: مسألة من نوادر أحكام المواقيت. Diantaranya:
1. Jika diandaikan, matahari telah tergelincir di bumi bagian timur, seorang Waliyullah di bumi timur itu terbang sampai bumi bagian barat yang saat itu matahari belum terbit di bumi bagian barat,  bolehkah ia salat Dzuhur di bumi barat saat itu berdasar pada tergelincirnya matahari saat ia berangkat dari bumi timur ? Ia menjawab; Yang benar, ia dikenai khitab dengan tergelincirnya matahari di bumi tempat wajibnya salat di tempat itu, karena ia telah menjadi penduduk wilayah tsb. Dari masalah tsb ia meghubungkannya dengan masalah lain,  yaitu gerhana dan puasa. Salat gerhana hanya disunnahkan untuk wilayah yang memang mengalami gerhana, dan rukyah hanya berlaku untuk wilayah dalam satu matla’.
2. Jika Ramadan terjadi di sebuah wilayah yang malam harinya hanya berumur sepertiga jam,  manakah yang harus diutamakan,  berbuka puasa ataukah salat Maghrib dan Isya’? jika sibuk untuk berbuka,  maka fajar sudah muncul sebelum sempat Salat Maghrib dan Isya’, sedangkan jika melakukan kedua salat,  maka tidak ada kesempatan untuk berbuka puasa karena sempitnya waktu. Beliau membenarkan fatwa ulama yang mengatakan: didahulukan berbuka puasa,  dan mengakhirkan salat. Ini karena kemaslahatan bagi jiwa lebih diutamakan dibanding pelaksanaan ibadah secara sempurna. Orang yang sakit juga diberikan berbagai keringanan dalam masalah taharah,  salat,  puasa dll untuk kemaslahatan jiwanya.
3. Dua orang bersaudara,  satu di negeri barat dan satunya di negeri timur, keduanya meninggal saat tergelincirnya matahari (bersamaan). apakah keduanya saling mewarisi? manakah yang pewarisnya? Beliau menjawab: Yang di bumi barat lah yang mewarisi karena matahari tergelincir di bumi timur lebih dahulu sehingga yang di bumi timurlah yang meninggal lebih dahulu
Fatwa-fatwa tersebut dapat digolongkan fatwa yang sangat langka dan brilian di masanya,  tidak akan mungkin keluar kecuali dari ulama yang ahli dalam beberapa bidang keilmuan, termasuk masalah astronomi dan geografi.
Semoga membawa manfaat, dan kita bisa sedikit meniru apa yang beliau lakukan dalam ilmu dan amalnya.  Amiin.
Boyolali,  26 April 2014

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s