Menunda


Menunda

Menunda pekerjaan memang teras enak di depan, tapi susah di belakang. Termasuk masalah komitmen tulis menulis ini.

Saya berencana kembali menulis ringkasan buku di hari ini. Mulai hari Sabtu sudah saya mulai membaca dan memilih apa saja yang akan saya tulis. Ahad kembali saya membaca buku itu dan memantabkan diri untuk menulis bagian kesimpulan yang memang meringkas isi buku itu secara keseluruhan. Akan tetapi, saya menunda menuliskannya dengan harapan dapat mengerjakannya di sela-sela kesibukan pekerjaan kantor.

Ternyata, karena berangkat agak tergesa-gesa setelah semalaman begadang ngurus anak yang agak sakit, buku itu ternyata tertinggal, tidak terbawa ke kantor. Niat awal meringkas buku pun tertunda, dan tergantikan dengan coretan ini.

Jika menunda meringkas buku bisa saja tergantikan di waktu yang lain, maka menunda menuliskan ide besar dan menarik bisa saja membuat ide tadi hilang dan tertumpuk masalah lain. Jadi, lebih baik segera tuliskan ide-ide kita, semoga membawa manfaat ke banyak orang.

Surakarta, 17 Maret 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s