المعايير الفقهية والفلكية في إعداد التقاويم الهجرية دراسة نظرية تطبيقية


(bagian pertama)

Buku ini adalah karya Dr. Nizar Mahmud Qasim asy-Syaikh, doktor dalam bidang Fiqh Perbandingan di Uni Emirat Arab, diterbitkan pertama kali oleh Dar al-Basya’ir al-Islamiyyah, Beirut tahun 2009. Buku ini terdiri dari 190 halaman termasuk halaman sampul, mukaddimah, daftar isi dan juga daftar pustaka. Saya membelinya di Toko Buku Dar al-Aiman, Rabat, Maroko, tahun 2012 dengan harga 44 dirham.

Dalam pendahuluannya, penulis buku ini menjelaskan urgensi mempelajari ilmu falak karena memiliki keterkaitan yang erat dengan persoalan ibadah seperti salat dan puasa. Inilah salah satu faktor yang mendorong para ulama dahulu dalam mempelajari ilmu falak. Tidak ada seorang ahli falak atau astronom pada saat itu, kecuali dia juga seorang faqih. Dan inilah salah satu “musibah” yang terjadi pada saat ini, yakni banyaknya seorang ahli falak yang bukan faqih, atau seorang faqih yang tidak memahami ilmu falak, yang menyebabkan terjadi banyak kesalahan dalam menyiapkan kalender dan jadwal-jadwal ibadah. Hal inilah yang mendorong penulis buku ini menulis berbagai kriteria utama dan hukum-hukum fikih yang penting diketahui oleh para ahli falak, dan juga kriteria-kriteria terpenting dalam ilmu falak yang penting dikatahui oleh para ahli fikih. Buku ini merupakan ringkasan disertasi dokroral penulis buku ini yang diterbitkan pada tahun 2005.

Pembahasan dalam buku ini terbagi dalam tiga bagian atau bab, dan setiap bab dibagi dalam beberapa sub bab. Bab-bab itu antara lain:

a.       Kriteria-kriteria fikih dalam menyiapkan jadwal salat

b.      Kriteria-kriteria fikih dalam menyiapkan jadwal bulan hijriah

c.       Kriteria-kriteria astronomis dalam menyiapkan jadwal salat dan bulan hijriah

 

Dari pembagian bab yang dilakukan penulis buku, nampak bahwa pembahasan tentang persoalan fikih memang lebih dominan dibandingkan pembahasan persoalan astronomis.  Diantara kunikan buku ini adalah pembahasan fikihnya yang bersifat perbandingan. Ini sangat mungkin dipengaruhi oleh kepakaran penulis buku ini dalam bidang fikih perbandingan. Ia selalu menampilkan adanya dua atau lebih pendapat dalam persoalan-persoalan fikih, menampilkan dalil dari masing-masing pendapat, kemudian melakukan tarjih atas pendapat-pendapat yang ada. Terkadang, ia menyebutkan sebab terjadinya pendapat setelah menyebutkan pokok persoalan yang diperdebatkan.

 

Di akhir bukunya, penulis membuat beberapa rekomendasi:

1.      Membagi kota-kota besar dengan wilayah luas dalam beberapa wilayah, dan setiap wilayah memiliki jadwal salat tersendiri.

2.      Menyebutkan pertengahan menit dalam jadwal.

3.      Mendirikan lembaga yang merawat dan mentahqiq makhthuthat dalam ilmu falak.

4.      Mengikuti seminar dan penelitian dalam persoalan mega merah (asy-syafaq al-ahmari).

5.      Memberikan koreksi tehadap jadwal salat, terutama Isya’ dan Subuh, yang ada di UEA, Saudi Arabia, dan Oman.

 

Boyolali, 3 Maret 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s