Merubah dan Berubah


Minimal 5 hari dalam seminggu saya melakukan perjalanan sejauh 50 km pulang pergi dari rumah ke kampus karena jarak rumah sampai kampus adalah 25 km. Akhir-akhir ini, mata saya seolah dipenuhi dengan pemandangan berupa foto-foto caleg di pinggir jalan sepanjang perjalanan saya ke kampus, baik DPRD I, DPRD II, maupun DPR RI. Ada berbagai slogan yang ditampilkan dan juga berbagai gaya dalam foto yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Ada gaya lugu, ada gaya nampak bersemangat, dan ada yang dengan senyum yang nampak dipaksakan.
Saya jadi teringat dengan sindiran salah seorang teman yang apatis dengan politik, apalagi pemilu, terhadap teman lain yang memasuki dunia politik dengan niat melakukan sebuah perubahan. Teman pertama tadi mengatakan ke saya: “ هو يريد أن يغير, فتغير“., dia penginnya merubah, tapi dia yang justru berubah. Maksudnya, dia yang sebelumnya baik, idealis dan kemudian memasuki dunia politik dengan maksud memperbaiki situasi, akan tetapi justru dialah yang berubah, idealisme mulai menipis dan terbawa dengan permainan politik.
Ini memang persoalan yang dilematis, di satu sisi kita memang tidak boleh berdiam diri untuk ikut memperbaiki bangsa dan masyarakat. Akan tetapi, di sisi yang lain memasuki dunia politik memang memasuki dunia yang sangat memungkinkan orang untuk kehilangan idealismenya. Mungkin ada yang tidak setuju dengan kalimat ini, hanya saja contohnya sangat banyak untuk disampaikan. Saya tidak mengatakan bahwa seorang yang memasuki dunia politik pasti akan kehilangan idealismenya, akan tetapi kemungkinan untuk itu memang sangat besar.
Selain persoalan politik, judul tulisan ini sebenarnya juga dapat dipakai dalam persoalan lain. Banyak orang yang memasuki sebuah kondisi yang dianggapnya tidak baik, dan dia merasa mampu memperbaikinya, ternyata bukan kondisi yang tidak baik itu berubah menjadi baik, justru dia yang ikut berubah menjadi tidak baik.
Jika itu ditanyakan ke saya, maka mungkin saya akan menjawab bahwa saya belum memiliki kemampuan dan kekuatan untuk membuat perubahan yang sangat signifikan. Maksimal yang bisa saya lakukan saat ini adalah berusaha memperbaiki diri, keluarga dan lingkungan terkecil dalam hidup saya sambil berharap dan berdo’a ada orang yang memiliki kemampuan dan kekuatan yang besar untuk menjadi salah satu agen perubahan.

Bandungan, 28 Februari 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s