Tingkat Martabat Seseorang karena Perjuangan


Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,An-Nisa’: 95

Jihad, menurut Hamka, berarti kerja keras, bersungguh-sungguh dan berperang. Kadang-kadang jihad dikhususkan artinya dengan berperang. Setelah hijrah ke Madinah datanglah perintah jihad yang berarti pada peperangan. Hanya saja, perintah perang baru bersifat umum, mengorbankan harta dan jiwa. Bahkan para Mujahidin yang akan berangkat perang diminta untuk mengorbankan hartanya untuk keperluan belanja perang dan membeli sendiri senjata mereka yang akan dipakai dalam peperangan (Hamka, 2010, V: 276).
Para Ulama Fiqh menetapkan bahwa hukum berjihad ke medan perang adalah fardhu kifayah. Akan tetapi, jika musuh sudah masuk ke dalam negeri, hukumnya menjadi fardhu ‘ain pada seluruh penduduk negeri tersebut.
Sebelum ayat ini turun, kata Hamka ketika ada orang yang malas dalam memenuhi perintah perang padahal dia tidak berhalangan, maka ia ia hanya akan mendapatkan celaan batin dan tidak akan ditegur. Karena tidak teguran inilah, maka orang yang malas dapat mengemukakan berbagai dalih dan alasan agar ia tidak mengorbankan harta dan jiwanya untuk berjihad. Maka, turunlah ayat ini yang mengemukakan tentang keutamaan orang yang mau berjihad dibandingkan dengan orang-orang yang duduk, bermalas-malas dan enggan berkorban untuk berjihad (Hamka, 2010, V: 277).
Ayat ini sangat berkesan di hati para sahabat Nabi sehingga laki-laki dan perempuan, bahkan anak-anakpun bersedia untuk berperang sehingga Nabi harus menguji mereka untuk bergulat, membawa serta yang lebih kuat dan meminta yang kalah untuk bersabar untuk di bawa di lain waktu. Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari disebutkan bahwa sahabat Ibnu Ummi Maktum yang buta menghadap kepada Nabi untuk diizinkan berjihad karena dia ingin mendapatkan derajat yang lebih sebagai Mujahid dibandingkan duduk-duduk di rumah. Akan tetapi, karena yang diperintahkan adalah orang yang tidak berhalangan, maka orang yang buta, pincang atau sakit tidaklah termasuk yang mendapatkan perintah ini. Dan ketidakikutsertaan mereka tidak akan membuat derajat mereka rendah sebagaimana orang yang tidak ada halangan dan tidak bersedia berjihad.
Ayat ini juga menjelaskan bahwa walaupun sama-sama beriman dan mendapatkan pahala, akan tetapi jelas bahwa pahala derajat yang ikut berperang itu lebih tinggi dibandingkan yang hanya beriman dan tidak ikut serta berperang tanpa adanya halangan (Hamka, 2010, V: 278).
Ayat ini juga menjelaskan, menurut Hamka, bahwa berjuang itu dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan harta benda dan dengan diri sendiri, yaitu turut pergi perang dan bersedia mati. Oleh karena itu, Allah kembali menegaskan bahwa walaupun yang pergi dan tidak pergi sama-sama berpahala karena sama-sama beriman, namun yang pergi berjihad mendapatkan derajat yang istimewa yang tidak didapatkan orang yang tidak ikut berjihad (Hamka, 2010, V: 279)
Substansi Penafsiran
Ayat ini menerangkan tentang keutamaan orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Orang-orang yang beriman dan berjihad memiliki keistimewaan dan derajat yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang beriman yang duduk-duduk di rumah, bermalas-malasan dan enggan pergi berjihad. Ayat ini juga menjelaskan bahwa kewajiban berjihad adalah pada orang-orang yang tidak mendapatkan halangan, baik karena cacat tubuh, sakit atau karena halangan lain seperti tidak adanya kendaraan yang mengangkut mereka. Cara untuk berjihad dapat dilakukan dengan dua hal, yaitu dengan harta dan dengan diri sendiri, yaitu berngkat berperang dan siap untuk mati di medan perang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s